Makna Pertemuan Dengan-Nya di Akhirat
Kata pertemuan dengan Allah
(liqa’ Allah) disebutkan berulang-ulang dalam al-Qur’an yang benar-benar
memiliki arti “kehadiran di akhirat” . Jelaslah maksud dari “pertemuan dengan
Allah” bukanlah pertemuan secara fisik seperti halnya pertemuan manusia dengan
manusia lainnya yang saling berhadapan.
Tentunya kita memahami bahwa
Allah bukanlah substansi fisis dan memiliki warna dan menempati ruangan, atau dapat
kita lihat dengan kedua mata . Jadi, seperti yang dikatakan oleh sekelompok
mufasir, malsud dari kata tersebut adalah tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam
akhirat, seperti karunia, ganjaran dan azab.
Atau bisa juga ia berarti intuisi
esoteris dalam hati atau jiwa,karena terkadang manusia mencapai suatu titik
dimana ia dapat melihat Tuhan dihadapannya melalui mata hatinya (sebagaimana
menurut Fahrur Razi ). Dalam keadaan seperti ini , keraguan tidak akan terus
bersemayam dalam dirinya.
Keadaan seperti ini dapat terjadi
pada sebagian orang yang di dunia ini sebagai buah dari ketakwaan, ibadah, dan
penyucian diri. Pengandaran berikut, yang dikutip dalam Nahj al-Balaghah,
menegaskan makna ini. Seorang sahabat Amirul Mukminin Ali as, Dzi’lib
al-Yamani, seorang yang terpelajar, suatu ketika bertanya kepada beliau
mengenai apakah Ali as melihat Allah, Tuhannya. Imam as menjawab: “Apakah aku
menyembah Zat yang aku tidak dapat melihatnya?” kemudian orang itu meminta
beliau menjelaskannya dan Ali as menambahkan. “ Mata (lahir) tidak melihatNya
secara berhadapan, tetapi mata hati(jiwa) melihat-Nya melalui realitas
keimanan…..”
Seseorang Khawarij datang menemui
Imam Bagir as, kemudian ia bertanya: “Apakah sesuatu yang sedang kau sembah?
Imam menjawab: “Allah”. Kemudian laki-laki itu balik bertanya: “Apakah engkau
melihat-Nya? Beliau as menjawab: “Mata-mata ini dengan penyaksiannya, tidak
akan pernah melihat-Nya. Tetapi akan menyaksikan-Nya dengan realitas keimanan.”
Namun di akhirat, semua umat
manusia akan memiliki intuisi esoteris ini karena tanda-tanda keagungan dan
kekuasaan Allah akin begitu jelas sehingga tak seorangpun dapat menghindarinya.
Semuanya akan memiliki keyakinan kuat akan segala sesuatu.
Comments
Post a Comment